Selasa, 05 Mei 2015

Keutaman Kebersihan Dalam Islam

Keutaman Kebersihan Dalam Islam – Salah satu dari sekian ajaran islam yang tidak kalah pentingnya adalah tentang kebersihan. Bahkan dalam mata pelajaran Fikih Islam yang pertama dipelajari adalah tentang kebersihan, istilah ini terkenal dengan sebutan Thaharah (bersuci). Adapun kebersihan yang dituntut ajaran islam meliputi kebersihan jasmani dan rohani. Jika seseorang ingin melakukan ibadah misalnya shalat, sudah manjadi keharusan orang tersebut bersih/kotor maka tidak sah shalatnya. Seperti disebutkan dalam hadits yang Artinya:

“Allah tidak menerima Shalat yang tidak dengan bersuci”. (H.R Muslim)
Ilustrasi

Berdasarkan Hadits inilah ulama fiqih menentukan bahwa bersih termasuk syarat sahnya shalat. Adapun kriteria bersih yang menyebabkan dapat diterima atau tidaknya ibadah shalat meliputi bersih dari hadats besar maupun kecil dan bersih dari najis. Seorang ibu tidak akan diterima shalatnya jika dalam keadaan haidh, karena mempunyai hadats besar. Juga seorang bapak tidak akan diterima shalatnya jika sehabis membersihkan saluran air tidak membersihkan anggota badannya yang terkena air kotor tersebut karena dia terkena najis. Untuk lebih jelasnya kita lihat hadits lain yang Artinya:
“Allah tidak akan menerima shalat salah seorang dari kamu jika berhadats, sehingga lebih dahulu ia berwudhu”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut, membersihkan diri dari hadats adalah dengan cara berwudhu. Jadi berwudhu merupakan salah satu cara untuk membersihkan hadats yakni hadats kecil. Adapun kebersihan yang berhubungan deengan rohani adalah menjauhkan diri dari pikiran-pikiran yang akan berakibat dosa atau melakukan penyucian diri dari dosa. Allah berfirman yang Artinya:
“sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai menyukai pula orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah ayat 222).

Ayat tersebut disamping menjadi dasar kebersihan yang berhubungan dengan jasmani seperti telah disebutkan di atas tentang haidh juga ada kaitannya dengan kebersihan rohani, yakni bertaubat. Bertaubat inilah yang disebut malakukan penyucian diri (jiwa). Jika seseorang sehabis melakukandosa langsung bertaubat berarti orang tersebut telah melakukan penyucian diri.

Orang-orang yang tergolong rohaninya kotor antara lain: musyrik, kafir, murtad, munafik, fasik, takabur, hasad, riya, bergunjing, ujub dan setiap orang yang ada (baik dalam hati maupun pikirannya) rasa ingin melakukan sesuatu perbuatan yang sekiranya akan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar