Keutaman Kebersihan Dalam Islam – Salah satu dari sekian
ajaran islam yang tidak kalah pentingnya adalah tentang kebersihan. Bahkan
dalam mata pelajaran Fikih Islam yang pertama dipelajari adalah tentang
kebersihan, istilah ini terkenal dengan sebutan Thaharah (bersuci). Adapun kebersihan yang dituntut ajaran islam
meliputi kebersihan jasmani dan rohani. Jika seseorang ingin melakukan ibadah
misalnya shalat, sudah manjadi keharusan orang tersebut bersih/kotor maka tidak
sah shalatnya. Seperti disebutkan dalam hadits yang Artinya:
“Allah tidak menerima
Shalat yang tidak dengan bersuci”. (H.R Muslim)
| Ilustrasi |
Berdasarkan Hadits inilah ulama fiqih menentukan bahwa
bersih termasuk syarat sahnya shalat. Adapun kriteria bersih yang menyebabkan
dapat diterima atau tidaknya ibadah shalat meliputi bersih dari hadats besar
maupun kecil dan bersih dari najis. Seorang ibu tidak akan diterima shalatnya jika
dalam keadaan haidh, karena mempunyai hadats besar. Juga seorang bapak tidak
akan diterima shalatnya jika sehabis membersihkan saluran air tidak
membersihkan anggota badannya yang terkena air kotor tersebut karena dia
terkena najis. Untuk lebih jelasnya kita lihat hadits lain yang Artinya:
“Allah tidak akan
menerima shalat salah seorang dari kamu jika berhadats, sehingga lebih dahulu
ia berwudhu”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut, membersihkan diri dari hadats
adalah dengan cara berwudhu. Jadi berwudhu merupakan salah satu cara untuk
membersihkan hadats yakni hadats kecil. Adapun kebersihan yang berhubungan
deengan rohani adalah menjauhkan diri dari pikiran-pikiran yang akan berakibat
dosa atau melakukan penyucian diri dari dosa. Allah berfirman yang Artinya:
“sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai menyukai pula orang-orang yang
mensucikan diri”. (QS. Al-Baqarah ayat 222).
Ayat tersebut disamping menjadi dasar kebersihan yang
berhubungan dengan jasmani seperti telah disebutkan di atas tentang haidh juga
ada kaitannya dengan kebersihan rohani, yakni bertaubat. Bertaubat inilah yang
disebut malakukan penyucian diri (jiwa). Jika seseorang sehabis melakukandosa
langsung bertaubat berarti orang tersebut telah melakukan penyucian diri.
Orang-orang yang tergolong rohaninya kotor antara lain:
musyrik, kafir, murtad, munafik, fasik, takabur, hasad, riya, bergunjing, ujub
dan setiap orang yang ada (baik dalam hati maupun pikirannya) rasa ingin
melakukan sesuatu perbuatan yang sekiranya akan menjauhkan diri dari Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar